Tampilkan postingan dengan label Informasi Bermanfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Bermanfaat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2010

Ke Bank : Hal Kecil yang sepele tetapi Penting

Sobat... dalam kehidupan ini tentunya ada suatu tempat yang membatu kita dalam menyimpan sebagian uang kita sehingga aman. Betul sekali tempat itu adalah Bank.

Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.

Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.
(sumber : wikipedia)

Nah pada saat sobat ke Bank, baik untuk setor dana (menabung) atau tarik dana, ada baiknya melakukan hal yang kecil tetapi penting ini. Ketika sobat setor uang ke Teller Bank, ada baiknya menghitung dulu jumlah uang sobat sendiri sebelum dihitung oleh Teller Bank, apalagi jumlah dana yang akan di setor sobat relatif besar. Hal ini dilakukan agar meminimalisir "human error", baik sobat sendiri ataupun teller Bank. sehingga kesalahan dalam penyetoran jumlah dana bisa di hindari. Begitu pula ketika sobat menarik uang di Bank, walaupun sudah di hitung oleh teller, cek kembali jumlah dana yang sobat terima.

Ok Sobat!....selamat menabung.








Kamis, 18 Februari 2010

Nasehat Warren Buffet untuk Pengusaha Muda

Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah!!!),


Buffet sekaligus filantrop / dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan.

Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:
Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat
Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran
Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah, memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.
Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya
Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia

Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan. Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut, memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya. Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan:
1) Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham;
2) Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1

Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya. Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn, dan menonton TV

Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.

Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,

Nasehatnya untuk Anak Muda:

Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG

Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN

Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good)

Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.

Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.

Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda. Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia.
 
 
sumber : http://marketivaindonesia.co.cc/

Selasa, 16 Februari 2010

e-Registration NPWP

Halo sobat sudah memiliki NPWP kah? bagi yang sudah berpenghasilan diatas PTKP udah saatnya memiliki NPWP lho hehehe...
Nah besaran PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah
  1. Untuk orang pribadi aja Rp.15.840.000,
  2. Tambahan wajib pajak yang kawin Rp.1.320.000,
  3. Tambahan untuk tanggungan anak Rp. 1.320.000.
Ilustrasi sederhana
Tn Agus statusnya Kawin belum punya anak (K/0) Penghasilan Rp. 1.500.000/bulan
maka :
Penghasilan setahun    Rp 18.000.000
PTKP                        Rp. 17.160.000

nah dari ilustrasi sederhana diatas Penghasilan sudah lebih besar daripada PTKP nya, maka Tn. Agus hendaknya telah memiliki NPWP.

Ditjen Pajak sedang gencar menggaet masyarakat agar ber-NPWP. Apa sebenarnya keuntungan memiliki NPWP untuk kita secara pribadi? Inilah ulasannya.

Pertanyaan :
Perusahaan saya bekerja sedang mensosialisasikan pembuatan NPWP, ada beberapa yang ingin saya pertanyakan:
Selain Fiskal apa benefit lain yang kita dapat ?

Apakah perhitungan persentasi pemotongan gaji u/ NPWP setiap orang sama?

Bagaimana prosedur gratis fiscal ?

Apakah tetap kita harus bayar dulu atau langsung?

Kalau bayar dulu bagaimana sistem pengembalian biaya fiscal kita?

Jawaban :

Saat ini sedang marak wacana mengenai perlunya pembuatan NPWP untuk perorangan, konsultasi kali ini mewakili salah satu di antara sekian banyak pertanyaan yang masuk tentang hal tersebut.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada dasarnya harus dimiliki oleh setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Orang pribadi dapat mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak tempat domisi yang bersangkutan atau melalui pendaftaran via internet dengan memanfaatkan fasilitas e-registration, lebih lengkap mengenai PTKP dan pendaftaran via internet dapat dilihat di http://www.pajak.go.id/.

Ketentuan perpajakan yang baru semakin mendorong agar perorangan segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP dengan menawarkan manfaat tambahan apabila memiliki NPWP. Manfaat itu antara lain terkait dengan fasilitas sunset policy dan diskriminasi tarif

Salah satu manfaat yang besar dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP adalah dapat memanfaatkan fasilitas sunset policy, yang merupakan fasilitas ‘pengampunan pajak terbatas’. Orang pribadi yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP di tahun 2008 diberikan fasilitas pembebasan atas sanksi bunga atas pajak yang kurang dibayar apabila mereka mau melaporkan dan membayarkan pajak yang selama ini tidak atau kurang dibayarkan.

Manfaat yang lainnya adalah penerapan diskriminasi tariff pemotongan Pajak Penghasilan (PPh). Akan ada pembedaan pengenaan tariff pemotongan PPh antara orang pribadi yang memiliki NPWP dengan orang pribadi yang tidak memiliki NPWP berdasarkan RUU PPh yang akan segera disahkan. Jika tidak memiliki NPWP, maka pemotongan PPh-nya akan dilakukan dengan tariff yang lebih besar 20% dibandingkan jika memiliki NPWP. Tentu saja hal ini akan juga diterapkan di dalam pemotongan PPh pasal 21 atas gaji yang dibayarkan oleh pemberi kerja.

Dalam praktek, ada manfaat lain terkait dengan kepemilikan NPWP. Salah satunya adalah NPWP menjadi persyaratan dalam pengajuan kredit, baik ke bank ataupun lembaga pembiayaan, sampai dengan jumlah tertentu.

Terkait dengan fiskal luar negeri, memang ada rencana untuk membebaskan orang pribadi yang memiliki NPWP dari pemungutan fiskal luar negeri. Namun, hal ini menunggu pengesahan dari RUU PPh yang baru dan aturan pelaksanaannya. Saat ini, fiskal luar negeri yang kita bayarkan dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam penghitungan PPh untuk suatu tahun pajak.
Sumber: Detik.com

Dan saat ini (sudah dari beberapa taon yang lalu seeh hehehe...) pembuatan NPWP itu dipermudah diantaranya dengan bantuan internet. Jadi untuk dapetin NPWP kita ga harus datang ke kantor Pajak. cukup buka situs yang dimaksud.
caranya klik tautan berikut : http://ereg.pajak.go.id/ereg/wp/Login.do
buat dulu username dan pasword sobat dulu, nah setelah sobat memiliki username dan password, sign in.

lalu isi form-nya sesuai dengan Identitas sobat. mudah kan? hehehehe..

setelah ada konfirmasi sukses, maka cetak form tersebut.

kirimkan via pos ke kantor pajak yang alamatnya tertera di form yang sobat cetak tadi beserta fotocopy identitas(KTP) sobat.

 


SMS di internet ALL Operator

Ada sms masuk dari teman lama.Jd pengen balas nieh. ternyata pulsa HP cekak alias abis. jadi ga bisa reply sms-nya. Tetapi aku teringat dengan  http://www.hut-hut.com/  berkat  fitur dari Flexterkita.com ini  akhirnya aku bisa kirim sms ke temen lamaku itu. dan walopun pulsa HP ku abis, aku tetap bisa sms-an dengan semua orang.

Terimakasih flexterkita, berkat web-mu aku  masih bisa tetep "keep in touch" dengan semua relasiku.